5 Game Action Retro Terbaik di Nintendo Switch eShop Best Sellers Sale

Ada alasan kenapa game bergaya retro akan selalu selalu dicari orang. Di saat game modern semakin besar, kompleks, dan membutuhkan puluhan jam untuk ditamatkan, game action retro justru menawarkan sesuatu yang jauh lebih sederhana: masuk ke permainan, kuasai kontrol, hajar musuh, dan coba lagi ketika gagal.

Formula tersebut kembali terasa menarik di Nintendo Switch eShop, terutama ketika sejumlah game action bernuansa retro masuk dalam periode sale di dalam event Nintendo eShop Best Sellers Deals. Namun dengan banyaknya pilihan, pertanyaannya bukan lagi sekadar “game mana yang murah?”, melainkan game mana yang benar-benar layak dimainkan?

Untuk menjawabnya, berikut lima game action retro yang bisa menjadi pilihan menarik di Nintendo Switch. Daftar ini diurutkan berdasarkan Metascore, mulai dari rating kritikus terendah hingga tertinggi, sehingga pembaca bisa melihat bagaimana masing-masing game diterima oleh media.

5. MARVEL Cosmic InvasionMetascore 81

Kita mulai dari game yang paling baru dalam daftar ini. MARVEL Cosmic Invasion membawa superhero Marvel ke formula beat ’em up klasik yang sudah sangat familiar bagi penggemar arcade.

Dikembangkan oleh Tribute Games dan diterbitkan Dotemu, game ini menghadirkan pertarungan side-scrolling dengan pixel art penuh warna. Nintendo mencatat 15 superhero yang dapat dimainkan, termasuk Spider-Man, Wolverine, Captain America, Iron Man, Storm, Black Panther, Venom, Nova, dan Silver Surfer. Pemain juga dapat memilih dua karakter dalam setiap level dan berganti di tengah pertarungan melalui sistem Cosmic Swap tag-team.

Untuk multiplayer, MARVEL Cosmic Invasion mendukung hingga empat pemain, baik secara lokal maupun online. Versi Nintendo Switch juga kompatibel dengan Nintendo Switch 2.

Metacritic saat ini mencatat Metascore 81, menempatkannya sebagai game dengan rating kritikus terendah dalam daftar ini. Namun angka tersebut tidak menghapus daya tarik utamanya: game ini adalah perpaduan antara nostalgia arcade dan fan service Marvel dalam format yang sangat mudah dipahami.

Kalau Anda pernah menikmati beat ’em up klasik dan sekarang ingin memainkan versi dengan Spider-Man atau Wolverine, inilah salah satu pilihan paling langsung.

4. Mega Man 11Metascore 82

Berbeda dengan MARVEL Cosmic Invasion yang mengandalkan pertarungan beat ’em up, Mega Man 11 kembali ke akar action-platformer 2D.

CAPCOM tidak mencoba mengubah formula secara radikal. Mega Man tetap harus menghadapi Robot Masters, mengambil senjata mereka, kemudian menggunakan kemampuan tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya. Bedanya, game ini memperkenalkan Double Gear System, yang memungkinkan Mega Man meningkatkan kecepatan atau kekuatannya dalam situasi tertentu.

Nintendo juga menyediakan beberapa tingkat kesulitan, membuat Mega Man 11 relatif lebih ramah bagi pemain baru dibandingkan sekadar mengandalkan formula klasik yang terkenal menantang. Game ini pertama kali dirilis pada 2018 dan tersedia secara digital untuk Nintendo Switch.

Dengan Metascore 82, Mega Man 11 membuktikan bahwa formula platformer klasik masih bisa bekerja tanpa harus kehilangan identitasnya.

Dan justru di situlah kekuatannya. Game ini tidak berusaha menjadi open-world, tidak membutuhkan sistem progression yang rumit, dan tidak membuat pemain menunggu lama untuk mendapatkan aksi. Anda cukup memilih stage, menghadapi musuh, mempelajari pola, lalu mencoba menjadi lebih baik.

3. Streets of Rage 4Metascore 84

Ada franchise yang terasa seperti nostalgia. Ada pula franchise yang membuktikan bahwa nostalgia masih bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang baru.

Streets of Rage 4 termasuk kategori kedua.

Game ini merupakan kelanjutan modern dari seri beat ’em up klasik SEGA, tetapi tidak sekadar menyalin formula lama. Lizardcube dan Guard Crush Games mempertahankan pertarungan side-scrolling sekaligus memberikan visual baru, sistem combat yang lebih fleksibel, dan karakter-karakter yang tetap membawa identitas Streets of Rage.

Metacritic memberikan Metascore 84, dengan status “Generally Favorable” berdasarkan 50 ulasan kritikus.

Yang membuat Streets of Rage 4 tetap menarik adalah bagaimana game ini memahami inti dari beat ’em up. Anda tidak perlu membaca puluhan halaman lore untuk bersenang-senang. Cukup masuk ke jalanan, pilih karakter, dan mulai menghajar musuh.

Tetapi di balik kesederhanaannya terdapat ruang untuk menguasai combo, timing, posisi, dan karakter. Karena itu, Streets of Rage 4 bisa terasa santai ketika dimainkan sebentar, tetapi juga cukup dalam bagi pemain yang ingin mengejar skor dan menguasai combat.

Untuk gamer yang mencari game action retro Nintendo Switch dengan rasa arcade yang kuat, ini salah satu pilihan paling aman.

2. Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s RevengeMetascore 85

Bayangkan kembali duduk di depan televisi, memilih Leonardo, Donatello, Michelangelo, atau Raphael, lalu menghabiskan waktu bersama teman untuk menghajar Foot Clan.

Itulah sensasi yang coba dihidupkan kembali oleh Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s Revenge.

Tribute Games dan Dotemu membangun game ini dengan inspirasi kuat dari serial animasi TMNT 1987. Nintendo menyebut game ini menghadirkan pixel art penuh warna, lokasi-lokasi klasik TMNT, serta gameplay beat ’em up yang diperbarui dengan mekanik modern.

Yang paling menarik adalah multiplayer. Hingga enam pemain dapat bermain secara bersamaan, baik melalui satu sistem maupun secara online. Setiap karakter memiliki kemampuan dan gaya bermain berbeda, sehingga permainan bersama teman terasa lebih kacau—dalam arti yang sangat menyenangkan.

Metacritic mencatat Metascore 85 berdasarkan 47 ulasan kritikus, dengan 96% ulasan berada dalam kategori positif.

Shredder’s Revenge juga menjadi contoh bagus bagaimana game retro seharusnya dibuat pada era modern. Ia tidak hanya menjual nostalgia. Gameplay-nya memang dibuat untuk tetap menyenangkan bahkan bagi pemain yang tidak memiliki hubungan emosional dengan TMNT.

Kalau Streets of Rage 4 adalah nostalgia arcade yang dibuat ulang, Shredder’s Revenge terasa seperti mesin waktu menuju era 80-an dan 90-an.

1. Cuphead Metascore 87

Dan akhirnya kita sampai pada game dengan rating kritikus tertinggi dalam daftar ini: Cuphead.

Metacritic mencatat Metascore 87 untuk versi Nintendo Switch, dengan 95% dari 40 ulasan kritikus berada dalam kategori positif.

Namun rating bukan satu-satunya alasan Cuphead layak berada di posisi pertama.

Game buatan Studio MDHR ini memiliki identitas visual yang sangat berbeda dibandingkan game lain dalam daftar. Alih-alih menggunakan pixel art, Cuphead terinspirasi dari animasi dan kartun era 1930-an. Hasilnya adalah dunia yang terlihat seperti kartun klasik yang tiba-tiba berubah menjadi game action yang brutal.

Dan jangan tertipu oleh tampilannya yang lucu.

Cuphead terkenal karena pertarungan boss yang menuntut pemain mempelajari pola serangan, menghafalkan timing, dan terus mencoba setelah gagal. Bahkan review kritikus yang sangat positif terhadap versi Switch tetap menyoroti tingkat kesulitannya sebagai bagian penting dari pengalaman game tersebut.

Justru kombinasi itulah yang membuat Cuphead bertahan lama. Visualnya terasa vintage, tetapi desain gameplay-nya sangat modern dalam satu hal penting: game ini membuat pemain ingin mencoba sekali lagi.

Bagi gamer yang mencari game action retro di Nintendo Switch tetapi menginginkan sesuatu yang benar-benar berbeda, Cuphead adalah pilihan yang paling mudah direkomendasikan.

Mana Game Action Retro Nintendo Switch yang Paling Cocok untuk Anda?

Kelima game ini sebenarnya menawarkan bentuk nostalgia yang berbeda.

MARVEL Cosmic Invasion cocok untuk pemain yang menginginkan beat ’em up modern dengan karakter Marvel dan multiplayer hingga empat pemain. Mega Man 11 lebih tepat bagi penggemar action-platformer klasik yang menyukai tantangan dan permainan berbasis skill.

Sementara itu, Streets of Rage 4 menawarkan pengalaman beat ’em up yang lebih modern tanpa meninggalkan akar arcade-nya. Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s Revenge menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menghidupkan kembali era TMNT dan bermain bersama teman hingga enam orang.

Lalu ada Cuphead, yang mengambil inspirasi retro tetapi membangun identitasnya sendiri dengan visual kartun klasik dan pertarungan boss yang terkenal menantang.

Yang menarik, kelima game tersebut juga menunjukkan bahwa istilah “retro” tidak selalu berarti game lama. MARVEL Cosmic Invasion adalah contoh paling jelas: game yang relatif baru justru menggunakan pixel art, gameplay arcade, dan struktur beat ’em up untuk menciptakan pengalaman yang terasa seperti kembali ke masa lalu.

Itulah mungkin alasan game-game seperti ini tetap menarik di Nintendo Switch. Konsol Nintendo memungkinkan pengalaman arcade tersebut dimainkan di TV, tabletop, atau handheld—sehingga game yang dirancang untuk sesi singkat tetap terasa sangat cocok dengan cara bermain modern.

Untuk periode promo saat ini, Nintendo memang sedang menawarkan diskon digital melalui Best Sellers dan Blockbuster Sale, yang berlangsung hingga 9 September 2026 pukul 11:59 malam PT. Beberapa game dalam daftar ini juga tercantum di Nintendo Store dengan periode sale yang berakhir 10 September 2026 pukul 06:59 UTC.

Namun ketika promonya berakhir, daftar ini tetap relevan. Sebab yang membuat kelima game tersebut menarik bukan semata-mata harga diskonnya, melainkan kualitas gameplay yang membuat action retro kembali terasa menyenangkan di Nintendo Switch.

Mau belanja di eShop Store? Isi dulu saldo eShop kamu dengan Nintendo Network Card / eShop Card dari Digicodes.net!